“Jangan
takut anda berbeda” Mas agus
Kata-kata itu seolah me recall
kembali memory yang usang akibat salah pengkodean dalam otakku. Suara sarjana
psikologi itu membangkitkan motivasi ku,Motivasi
yang kemarin baru terbuang sia-sia karena kekalahan dengan rasa malasku.. oh
iya mas agus namanya tepatnya tahun kemarin dia menjadi sarjana psikologi
unair. Hari itu dimulai dari jam 10.00-13.25 tepatnya aku memperoleh banyak
pelajaran dari berbagai pengalaman yang telah di jilatnya, di rasanya, ataupun
di kecapnya. Mulai dari pengalaman belajarnya dulu di psikologi sampai sekarang
mengabdi di suatu pondok di pulau sebrang(madura).
***
Ketika
itu aku kebetulan mengalami stress, tapi aku mensiasatinya dengan hal-hal
positif karena setelah aku mempelajari “stress” pada kajian psikologi umum II
semester ini ada banyak hal-hal positif yang bisa di dapat dari sebuah kata
yang namanya stress. Hal itu membuatku semakin merasa senang belajar di
psikologi seolah aku berobat jalan dalam hal psikologisku bukan itu saja banyak
lagi yang aku pelajari di psikologi umum II ini yaitu emosi, motivasi, memory
dan satu lagi persepsi. Namun memang pelajaran itu memang sangat berguna dalam
kehidupanku sehari hari. Kembali ke masalah stress. Aku memanfaatkan itu dengan
meminta saran kepada sarjana psikologi satu ini. yang memang sebagai anggota
baru keluargaku, sebenarnya aku meminta saran kepada beliau lewat pesan facebook
tapi tak kunjung di balas, sebenarnya aku agak resah pesanku ngak di bales
akhirnya beliau aku sms dan seingkat cerita beliau mengajak ketemuan .
***
Mulai dari perkenalan satu-satu
dan sekaligus peresmian pembentukan “KASAPSI” atau kepanjangan dari kasande
psikologi yaitu himpunan penerima beasiswa kemenag, setelah itu ada yang
mengajukan pertanyaan pertama yaitu tentang pengalamanya secara global selama
ini dan dimulai dari psikologi sampai pengabdian. Mulai dari kata pertama
sampai terakhir kami terbius seolah dihadapan kami seorang psikolog handal yang
sedang menangani clientnya kami hanya termenung. Satu hal yang langsung membuat
saya bangun yaitu tentang hal yang saya sangat ingin ketahui yaitu tentang
masalah belajar efektif. Mulai dari menjelaskan film jepang yan judulnya kurang
lebih dragon zakura yang menceritakan
tentang sekolah SMA yang nilai para siswanya di bawah rata-rata. Dan selanjutnya
muncul seorang pengacara yang di sewa untuk penutupan,Sesampainya di sana bukannya mengurus penutupan, tapi
Sakuragi Kenji malah membuat persiapan kelas khusus yang akan masuk ke
Todai (Tokyo Daigaku-red) sekolah "ryuzan" bertekat ingin membuktikan bahwa 5 siswanya akan bisa
masuk ke Todai, universitas nomer
satu di jepang yang bisa di bilang UI di indonesia. Akhirnya dengan mengunakan
metode membagi sebuah topik pelajaran dan kemudian merangkumnya. Disitu yang
menarik adalah merangkumnya bukan sekadar rangkuman tulisan tapi dengan sebuah
gambar, tidak perduli gambar itu jelek ataupun mengenaskan yang ditekankan
adalah sebuah gambar itu kan memudahkan perecallan kembali memory yang telah di
simpan. Kemudian rangkuman tersebut di bagikan ke teman-temanya dan kemudian
menerangkan satu-satu sesuai denga topik telah di berikan. Hal itulah yang
mungkin salah satu metode yang saya cari. Tidak berhenti disitu beliau juga
membahas cara belajar. Baik itu visua, audio, audiovisual, ataupun kinetik. Saya
benar-benar tersadarkan dengan paparan beliau tentang gaya belajar kemudian
kamu di tanya satu persatu gaya apa yang sekiranya di miliki. Kebanyakan yang
saya dengar tadi adalah visual, dan audio dan menurut penjelasan dari mas agus
saya merasa yang saya punya adalah cara belajar kinetik yaitu gerak. Kemudian beliau
hanya berhenti di situ. Dan berpindah topik lain. Tapi aku segera menyangkalnya
“Mas tolong ceritakan lebih banyak lagi tentang gaya belajar kinetik!!” sangkalku
Tapi satu hal yang terucap dari bibirnya “ temukan caramu dan kembangkan di psikologi”Hal itu yang membuat aku sadar bahwa aku masih buta dengan gaya belajarku, aku yang secara audi dan visual dianggap lemah jika memakai gaya itu. Satu hal yang aku garis bawahi “menemuka gaya belajar dan mengembangkanya memanglah sangat penting, itulah yang akan membangun kalian untuk mempermudahkan cara belajar agar gampang di fahami” setelah itu mas agus bercerita lama dan ceritanya menurutku tak kalah dengan motivasi yang di lantunkan mario teguh selama ini. aku meng identifikasi dengan mengunakan soap opera effect yang di ajarka sewaktu pelajaran psikologi umum II kemarin yaitu tentang metode memotivasi diri dengan mencuri motivasi orang lain dan mengunakanya sebagai motivasi kita agar mendorong kita kepata tujuan kita. Satu hal yang sekiranya pantas buat mas agus beliau memang “cetar membahana” seolah seperti psikolog handal. Thanks mas agus lanjutkan “ from psychology to dedication!” semoga aku bisa menyusul beliau 4 tahun yang akan datang!
Satu lagi yang ketinggalan quoust kali ini:
“Belatihlah bagaimana menghargai pikiran orang lain, semua yang di sampingmu adalah guru, meraka adalah keluarga,teman,pacar, dosenmu dan semua orang yang di sebelahmu. Dengarlah ide dan fikiran dari hati mereka dan kemudian maknailah” ghozi

0 komentar:
Posting Komentar