Alhamdulillah, sebuah pagi yang
indah walau kantuk ini masih pasang surut wajah masih pasut dan badan ini masih
saja kusut, syukur sangat untuk terkasih pada pagi ini bagun-bangun sudah
menghadap layar laptop yang teringat akan tugas, janji, dan sebuah semangat
yang telah tercucur dingin semenjak kemarin sore..
binggung deh mau apa, tiba-tiba terdengar bunyi notif fb. Yaa sebuah pemberitahuan agar segera mengkomen tugas online dari dosen teo.perkem dan diminta pendapatnya akan teori Eric ericson tentang trust vs misstrust dan bagaimana pendapat jika seorang anak mengalami misstrust dalam masa fasenya? Haha, mbah google segera aku tanyain daan..... hasilnya setidaknya hanya mengcopas tapi sedikit memahami sebuah teori yang berbahasa internasional. Yang menurutku masih sulit ku pahami. Beranjak sejenak karna terdengar seruan untuk makan bersama langsung deh aku tinggal tugasnya.. makan dulu cuy..
binggung deh mau apa, tiba-tiba terdengar bunyi notif fb. Yaa sebuah pemberitahuan agar segera mengkomen tugas online dari dosen teo.perkem dan diminta pendapatnya akan teori Eric ericson tentang trust vs misstrust dan bagaimana pendapat jika seorang anak mengalami misstrust dalam masa fasenya? Haha, mbah google segera aku tanyain daan..... hasilnya setidaknya hanya mengcopas tapi sedikit memahami sebuah teori yang berbahasa internasional. Yang menurutku masih sulit ku pahami. Beranjak sejenak karna terdengar seruan untuk makan bersama langsung deh aku tinggal tugasnya.. makan dulu cuy..
Di sela-sela makan aku sedikit
teringat akan masa lalu sewaktu masih bersama mereka-Laskar Marjinal- di
sela-sela magrib yang bergrimis kami yang mau berbuka waktu itu terusik dengan
gerutuan sang macan pondok –tanpa merek- sebuah amaliah yang sunnah yang kami
jalankan itu hampir di haramkan karena sebuah hal yang sepele yaitu telat dalam
menghadiri pengajiannn dan itu adalah hal yang sangat super menyebalkan.
Udaa ah, itu masa lalu tak usah
banyak bercermin cukup ambil hikmah dari kejadian itu saja. Nah kembali pada
sela-sela makan yang aku rasakan saat itu adalah berbagi keadilan dan mencoba
ikhlas dengan pembagian yang serasaku tidak sangat adil dan menjorok berat sebelah, hmm tapi itu sebuah himbauan
sekaligus pelajaran , sebagai manusia yang tidak luput dari dosa “hendaklah
berlajar sabar dan ikhlas atas apa yang di berikan dan seyogyanganya bersyukur
dan memanfaatkan nikmat yang telah di berikan bukanya tamak dan iri hati kepada
orang lain” mungkin itu pelajaran yang bisa di dapat di pagi yang kurang adil ini.

