Kamis, 24 Januari 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Pelajaran dari lorong kreta api



                Para penunggang kereta pasti tau dan pernah merasakan apa yang pernah saya rasakan, tentang apa yang ada di lorong gerbong kreta api, mungkin hanya kereta “Ekonomi” yang  tentunya, karna pada kereta bisnis ataupun executive jarang yang membutuhkan apa yang ada di lorong kreta ekonomi karna sudah tersedia di kereta bisnis maupun executive.
                Pertama kali mencoba hal yang baru memanglah sangat menyenangkan sekaigus sebagai pengalaman yang menarik, begitu juga  menunggangi kereta memanglah hal yang sangat mengesankan bagiku. Tentang apa yang ada di lorong kereta, disana memanglah terdapat banyak pelajaran yang dapat kita ambil dimana banyak orang yang bukan hanya lewat disana tetapi juga menawarkan jasa. Seperi yang pernah teman dari pondok saya ceritakan yang setiap liburan dia menaiki kereta api untuk pulang dan pergi.  Persis setelah dia datang kembali ke pondok dia selalu membawa cerita yang menarik  mulai dari “kipas geleng”,”cang-ci-men” atau hal-hal menarik  lainya yang setiap dia cerita saya di buatnya berfantasi jauh untuk menyadari tentang kehidupan. Saya yang hanya bisa berfantasi karena tidak pernah langsung mengalaminya berasa sangat dan ingin mencoba dan mendapat berbagai cerita.
                Akhirnya tiba saatnya kesempatan saya untuk menjajal dan mencari cerita tersendiri dalam lorong kereta. Seperti yang teman saya ceritakan sangat lah banyak cerita yang ada disana dan sekaligus bisa di ambil hikmahnya.. salah satunya tentang seorang anak yang membersikan lorong dengan menyapu sampah yang ada di bawah tempat duduk  padahal sudah ada petugas yang mempunyai tugas membersihkanya. Nah, setelah anak itu membersihkan sampah dengan menyapu kotoran yang ada di bawah tempat duduk anak itu meminta “upah” hasil kerjanya. Tapi yang aneh setelah saya amati dari gerbong ke gerbong cara anak meminta “upah” itu berbeda dengan cara orang lain meminta sesuatu seperti pengemis, di mengambil uang atau apa yang di berikan seseorang dengan menundukkan kepala sedangkan tangan untuk meminta bukan “nyadong” dalam bahasa jawanya tapi dengan gaya seorang yang hendak memberi, yaitu dengan tangan di atas di mengambil apa yang di berikan seseorang padanya bukanya malah di bawah, hal itu yang memicu rasa skeptis saya untuk tau. Setelah tiba di gerbong terakhir tepat pada tempat duduk saya yang paling ujung, saya memberanikan diri mengapa anak itu meminta hasil “upah” dari membersikan sampah di bawah tempat duduk .
“dek, kanapa kok gaya meminta ‘upahnya’ kok gtu?” tanya saya
“oalah, dulu saya pernah di bilangin sama ayah saya kalau tangan di atas lebih baik dari tangan yang di bawah” jawab anak itu.
Saya tiba-tiba tertawa, dan berfikir siapa yang patut disalahkan? Siapa yang bertanggug jawab atas kejadian ini? bukanya saya harus membenarkan? Sungguh kejadian yang menyentuh, seorang yang meminta-minta  seolah tak mau diakui bahwa dirinya meminta. Itu salah satu bukti jika hanya teori dan nol aksi maka hanya kesalah fahaman yang kemudian banyak terjadi


               

Sabtu, 12 Januari 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Kata Psikologi



“Jangan takut anda berbeda” Mas agus
            
 Kata-kata itu seolah me recall kembali memory yang usang akibat salah pengkodean dalam otakku. Suara sarjana psikologi  itu membangkitkan motivasi ku,Motivasi yang kemarin baru terbuang sia-sia karena kekalahan dengan rasa malasku.. oh iya mas agus namanya tepatnya tahun kemarin dia menjadi sarjana psikologi unair. Hari itu dimulai dari jam 10.00-13.25 tepatnya aku memperoleh banyak pelajaran dari berbagai pengalaman yang telah di jilatnya, di rasanya, ataupun di kecapnya. Mulai dari pengalaman belajarnya dulu di psikologi sampai sekarang mengabdi di suatu pondok di pulau sebrang(madura).
***
Ketika itu aku kebetulan mengalami stress, tapi aku mensiasatinya dengan hal-hal positif karena setelah aku mempelajari “stress” pada kajian psikologi umum II semester ini ada banyak hal-hal positif yang bisa di dapat dari sebuah kata yang namanya stress. Hal itu membuatku semakin merasa senang belajar di psikologi seolah aku berobat jalan dalam hal psikologisku bukan itu saja banyak lagi yang aku pelajari di psikologi umum II ini yaitu emosi, motivasi, memory dan satu lagi persepsi. Namun memang pelajaran itu memang sangat berguna dalam kehidupanku sehari hari. Kembali ke masalah stress. Aku memanfaatkan itu dengan meminta saran kepada sarjana psikologi satu ini. yang memang sebagai anggota baru keluargaku, sebenarnya aku meminta saran kepada beliau lewat pesan facebook tapi tak kunjung di balas, sebenarnya aku agak resah pesanku ngak di bales akhirnya beliau aku sms dan seingkat cerita beliau mengajak ketemuan .
***
Mulai dari perkenalan satu-satu dan sekaligus peresmian pembentukan “KASAPSI” atau kepanjangan dari kasande psikologi yaitu himpunan penerima beasiswa kemenag, setelah itu ada yang mengajukan pertanyaan pertama yaitu tentang pengalamanya secara global selama ini dan dimulai dari psikologi sampai pengabdian. Mulai dari kata pertama sampai terakhir kami terbius seolah dihadapan kami seorang psikolog handal yang sedang menangani clientnya kami hanya termenung. Satu hal yang langsung membuat saya bangun yaitu tentang hal yang saya sangat ingin ketahui yaitu tentang masalah belajar efektif. Mulai dari menjelaskan film jepang yan judulnya kurang lebih dragon zakura yang menceritakan tentang sekolah SMA yang nilai para siswanya di bawah rata-rata. Dan selanjutnya muncul seorang pengacara yang di sewa untuk penutupan,Sesampainya di sana bukannya mengurus penutupan, tapi Sakuragi Kenji malah membuat persiapan kelas khusus yang akan masuk ke Todai (Tokyo Daigaku-red)  sekolah "ryuzan" bertekat ingin membuktikan bahwa 5 siswanya akan bisa masuk ke Todai, universitas nomer satu di jepang yang bisa di bilang UI di indonesia. Akhirnya dengan mengunakan metode membagi sebuah topik pelajaran dan kemudian merangkumnya. Disitu yang menarik adalah merangkumnya bukan sekadar rangkuman tulisan tapi dengan sebuah gambar, tidak perduli gambar itu jelek ataupun mengenaskan yang ditekankan adalah sebuah gambar itu kan memudahkan perecallan kembali memory yang telah di simpan. Kemudian rangkuman tersebut di bagikan ke teman-temanya dan kemudian menerangkan satu-satu sesuai denga topik telah di berikan. Hal itulah yang mungkin salah satu metode yang saya cari. Tidak berhenti disitu beliau juga membahas cara belajar. Baik itu visua, audio, audiovisual, ataupun kinetik. Saya benar-benar tersadarkan dengan paparan beliau tentang gaya belajar kemudian kamu di tanya satu persatu gaya apa yang sekiranya di miliki. Kebanyakan yang saya dengar tadi adalah visual, dan audio dan menurut penjelasan dari mas agus saya merasa yang saya punya adalah cara belajar kinetik yaitu gerak. Kemudian beliau hanya berhenti di situ. Dan berpindah topik lain. Tapi aku segera menyangkalnya

“Mas tolong ceritakan lebih banyak lagi tentang gaya belajar kinetik!!” sangkalku
           
 Tapi satu hal yang terucap dari bibirnya “ temukan caramu dan kembangkan di psikologi”Hal itu yang membuat aku sadar bahwa aku masih buta dengan gaya belajarku, aku yang secara audi dan visual dianggap lemah jika memakai gaya itu. Satu hal yang aku garis bawahi “menemuka gaya belajar dan mengembangkanya memanglah sangat penting, itulah yang akan membangun kalian untuk mempermudahkan cara belajar agar gampang di fahami” setelah itu mas agus bercerita lama dan ceritanya menurutku tak kalah dengan motivasi yang di lantunkan mario teguh selama ini.  aku meng identifikasi dengan mengunakan soap opera effect yang di ajarka sewaktu pelajaran  psikologi umum II kemarin yaitu tentang metode memotivasi diri dengan mencuri motivasi orang lain dan mengunakanya sebagai motivasi kita agar mendorong kita kepata tujuan kita. Satu hal yang sekiranya pantas buat mas agus beliau memang “cetar membahana” seolah seperti psikolog handal. Thanks mas agus lanjutkan “ from psychology to dedication!” semoga aku bisa menyusul beliau 4 tahun yang akan datang!

Satu lagi yang ketinggalan quoust kali ini:
Belatihlah bagaimana menghargai pikiran orang lain, semua yang di sampingmu adalah guru, meraka adalah keluarga,teman,pacar, dosenmu dan semua orang yang di sebelahmu. Dengarlah ide dan fikiran dari hati mereka dan kemudian maknailah” ghozi

Rabu, 09 Januari 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business




Memilih Jurusan Psikologi


Memahami orang ternyata tidak mudah. Sebab, banyak faktor yang menentukan sifat dan perilaku mereka. Nah, jika kamu tertarik pada perilaku manusia dan ingin memahami mengapa seseorang berperilaku tertentu, kamu bisa memilih Psikologi sebagai program studi (prodi) kuliahmu.

Pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)Jurusan Psikologi biasanya masuk ke kelompok kajian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), hanya Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang memasukkan Psikologi pada kelompok prodi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Sebagai mahasiswa Psikologi, kamu akan mempelajari kehidupan kejiwaan manusia meliputi perasaan, sikap, pikiran, serta proses kejiwaan lainnya. Tidak hanya mencari tahu masalah-masalah kejiwaan manusia, kita juga akan diajarkan cara mencari solusi atas beragam permasalahan tersebut.
Mahasiswa psikologi juga akan belajar tentang fisiologi manusia seperti anatomi, genetika, dan ilmu faal. Kamu juga akan belajar ilmu-ilmu sosial seperti antropologi, sosiologi, filsafat, hingga kriminologi. Secara khusus, kamu akan diajarkan tentang cabang-cabang ilmu psikologi, misalnya psikologi konsumen, psikologi lingkungan, psikologi organisasi, dan psikologi kognitif.
Nantinya, kamu dapat memilih beberapa konsentrasi psikologi yang akan menjadi dasar kariermu. Dengan begitu, ketika lulus, kamu akan menjadi spesialis dalam bidang psikologi klinis, psikologi behaviouristik, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikologi industri dan organisasi, serta psikologi sosial.

Sarjana psikologi dapat melamar untuk berbagai posisi di perusahaan. Tetapi, umumnya, perusahaan membutuhkan para lulusan Psikologi untuk ditempatkan di human resources department (HRD). Jika kamu tertarik menjadi psikolog, maka kamu masih harus meneruskan pendidikan profesi setingkat strata dua (magister).

Untuk pendidikan sarjana, kamu bisa memilih prodi Ilmu Psikologi (Jurusan Psikologi) di beberapa kampus negeri berikut:
1. Universitas Syiah Kuala
2. Universitas Sumatra Utara (USU)
3. Universitas Negeri Padang
4. UIN Sultan Syarif Kasim
5. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
6. Universitas Indonesia (UI)
7. UIN Syarif Hidayatullah
8. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
9. Universitas Padjadjaran (Unpad)
10. Universitas Negeri Semarang (Unnes)
11. Universitas Diponegoro (Undip)
12. Universitas Gadjah Mada (UGM)
13. UIN Sunan Kalijaga
14. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
15. Universitas Airlangga (Unair)
16. Universitas Trunojoyo
17. IAIN Sunan Ampel
18. Universitas Negeri Malang (UM)
19. Universitas Brawijaya (UB)
20. UIN Malang
21. Universitas Udayana (Unud)
22. Universitas Mulawarman (Unmul)
23. Universitas Negeri Makassar (UNM)
24. Universitas Negeri Manado

Semua kembali pada Anda, sebelum menentukan untuk memilih Jurusan Psikologi ada baiknya kita tanya dulu pada diri kita sendiri apa yang jadi minat kita, jurusan apa yan kita sukai dan yang mampu kita kuasai, apa yang kita bisa karena dengan memilih jurusan yang berdasarkan kemauan, maka semangat kita untuk menjalani dunia perkuliahan itu akan terasa enteng dan kita tidak merasa terbebani, berdoalah jika masih bingung.
http://kampus.okezone.com/read/2012/03/12/373/591475/belajar-psikologi-untuk-memahami-orang-lain

Minggu, 06 Januari 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

New place



Sulit di ceritakan memang, kenapa aku bisa di tempat ini. padahal dalam mimpiku tak tersentuh untuk menetap di tempat ini. tapi takdir berbisik lain sekarang aku di tempatkan di tempat itu “psikologi”,



 tapi aku takkan menyesal pada apa yang telah di takdirkan padaku. Malah rasa syukur yang patut aku kumandangkan. Yang masih terngiang pada sudut telinga ku “Allah pasti menempatkan kalian pada tempat yang paling baik” kata guru motivator itu. Bagaimana tidak, tempat “itu” ternyata penuh banyak misteri. Rahasia di balik rahasia. “mempelajari tentang eksistensi bagian manusia yang tak terlihat”, sangat menantang bagiku yang notabenenya dinilai misterius juga oleh minoritas kalangan tertentu, mungkin karena kediamanku. Aku berharap bisa memperoleh kepuasan dalam mendalami “hal yang tidak terlihat” itu. Yang kata banyak orang skeptis mustahil di pelajari. Tapi menurutku itulah yang namanya “tantangan”. HARUS! Pasti akan Ku gengam tantangan itu dengan tangan ini, PASTI! Dan di tempat itulah aku memulainya. Memulai mimpi yang sebenarnya!!

    Blogger news


    Blogroll


    About